Review : The Mortician
Bagaimana keinginan kontrol penuh dalam sebuah relasi mendorong seseorang memiliki kelainan seksual nekrofilia
NOVEL FIKSI
2/16/20263 min read


Review Buku : The Mortician
Informasi Dasar Buku
Judul : The Mortician
Penulis : Ririn Ayu
Tahun Terbit : 2024
Jumlah Halaman : 218
Genre/Topik : Thriller psikologis, dark fiction, fiksi psikologis
Penerbit : Elex Media Komputindo
Pembuka
“Noah terus memulas bibir Jie. Dia ingin memberikan ciuman sebanyak-banyaknya, tak rela menyia-nyiakan kesempatan langka yang sudah dia nantikan. Mungkin dia harus menunggu sampai beberapa minggu lagi sampai mendapatkan kesempatan yang sama. Dia menyukai mayat gadis. Sayangnya, kedatangan kematian tidak dapat diprediksi. Kalaupun ada yang meninggal, bisa saja mereka adalah lelaki, nenek tua, atau anak-anak. Jadi ketika bertemu sosok gadis dihadapannya, dia tidak pernah menyia-nyiakan waktu. “
Novel ini berkisah tentang seorang pengurus jenazah bernama Noah Hasler yang memiliki penyimpangan seksual berupa nekrofilia. Nekrofilia dalam novel ini tidak hanya soal hasrat seksual, tetapi tentang keinginan kontrol penuh dalam sebuah relasi. Pertemuan Noah dengan Christabel, seorang gadis pendatang dari Bern, akhirnya menguak penyimpangan seksual Noah ini.
Ringkasan Isi
Cerita dibuka dengan seorang perawat jenazah bernama Noah Hasler yang menangani jenazah seorang perempuan muda bernama Jie. Dari cerita yang digambarkan penulis pada awal cerita ini pembaca akan langsung bisa menebak, ada yang “tidak lazim” dengan tingkah laku Noah.
Dalam kesehariannya, Noah tampak ramah dan memiliki hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitarnya. Namun, ia tetap menjaga jarak, seolah hidup dalam dunianya sendiri.
Pertemuan Noah dengan Christabel dan hubungan yang semakin intim di antara mereka sempat membuatnya melupakan perilaku yang menyimpangnya. Namun, pada akhirnya dorongan itu kembali, yang menurut saya dipicu oleh kebutuhan Noah akan kontrol absolut terhadap lawan jenisnya. Walaupun dia sadar bahwa relasi intim yang dia jalin dengan yang mati itu tidak akan ada timbal balik.
Tokoh Christabel dalam novel ini dihadirkan penulis untuk memberikan pembanding kepada Noah bagaimana jika dia menjalin hubungan intim dengan seorang perempuan yang benar-benar hidup. Pada akhirnya, bahkan ketika ia sudah memiliki hubungan intim yang nyata, yang ia cari ternyata bukan kedekatan, melainkan kendali sepenuhnya. Dari sinilah yang menurut saya menarik. Apalagi penulis tidak banyak mengungkap masa lalu Noah, apa yang sebenarnya membentuknya hingga menjadi seperti itu.
Alur cerita dalam novel ini relatif cepat, sehingga memancing pembaca untuk terus membacanya. Walaupun pada beberapa bagian terasa mudah ditebak. Cara penulis dalam menarasikan cerita dengan datar dan tenang justru membuat beberapa adegan dalam novel ini terasa nyata dan lebih mengganggu.
Hal Menarik dari Buku
Kematian dalam novel ini digambarkan hanya menjadi sebuah fragmen kehidupan. Tidak digambarkan secara tragis maupun heroik. Penulis cukup berhasil dalam menggambarkan tokoh utama dalam novel ini, Noah Hasler. Cara penulis menceritakan kehidupan Noah membuat pembaca seakan tidak menghakimi apa yang dilakukan Noah. Mungkin kekuatan novel ini bukan pada twist, melainkan pada keberaniannya memaksa kita duduk bersama karakter yang tidak nyaman. Dan saya rasa, tidak semua pembaca siap untuk itu.
Catatan :
Alur ceritanya relatif bisa ditebak. Saya sendiri membaca novel ini seperti membayangkan menonton film-film thriller barat yang sudah bisa ditebak akhir ceritanya ketika kita berada di pertengahan cerita. Penulis juga tidak banyak bercerita tentang latar belakang yang membuat Noah memiliki kelainan ini. Atau memang penulis sengaja membuat masa lalu Noah menjadi sebuah misteri.
Alur cerita yang mudah ditebak ini mungkin memang disengaja karena novel mengandalkan atmosfer sebagai sebuah thriller psikologis. Cerita dalam novel ini memang bisa jadi bukan soal twist tapi soal perasaan discomfort dari pembacanya.
Siapa yang Cocok Membaca Buku Ini
Buku ini cocok untuk :
- Pembaca yang mencari bacaan yang ringan dan mungkin bisa habis dibaca hanya beberapa jam.
- Pembaca yang mencari tema-tama yang kurang umum diangkat dalam cerita fiksi.
Kurang cocok untuk :
- Pembaca yang mencari cerita yang kompleks dengan alur cerita yang sulit ditebak.
- Pembaca yang kurang suka dengan tema nekrofilia.
Refleksi Pribadi :
Jujur, saya pada awalnya mengira cerita dalam novel ini akan berkisah tentang kisah horor. Namun, ternyata saya salah. Cara Noah yang dingin dalam mengurus jenazah membuat saya tidak nyaman. Apalagi ternyata dia memiliki kelainan nekrofilia. Adegan fisik bagaimana Noah memperlakukan mayat perempuan, benar-benar mengganggu saya. Kelainan yang mengganggu standar moral yang saya (dan mungkin sebagian besar dari kita) miliki. Karena perlakuan tersebut seharusnya tidak dilakukan kepada seseorang yang telah mati sekalipun.
Penulis tidak mengarahkan pembaca untuk menghakimi Noah, melainkan mengajak untuk memahami ketidakmampuannya menjalin hubungan seksual yang nyata. Saya merasa ada trauma yang membentuk dirinya, meskipun tidak dijelaskan secara eksplisit.
Novel ini bagi saya bukanlah jenis novel yang menghibur, tetapi novel yang mengusik. Novel ini pada akhirnya membuat saya bertanya-tanya, apakah kita bisa memahami seseorang tanpa menghakimi tindakan yang dilakukan?
Rating :
7/10
Kontak
Hubungi kami untuk pertanyaan buku
Alamat
Sosial
admin@logikamasalalu.com
© 2025. All rights reserved.
