Resensi : Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Bagaimana seseorang yang mengalami trauma masa lalu membentuk dirinya yang rapuh secara mental dan perjalanan 3 minggu yang mengubah cara pandangnya tentang hidup
NOVEL FIKSI
1/3/20263 min read


Review Buku : Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Informasi Dasar Buku
Judul : Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Penulis : Brian Khrisna
Tahun Terbit : Oktober 2025 (Cetakan Ke-72)
Jumlah Halaman : 216 Halaman
Genre/Topik : Novel, Bullying, Refleksi Kehidupan, Trauma Masa Kecil
Penerbit : Grasindo
Pembuka
Aku menarik nafas dalam-dalam lalu meniup api lilin di kue ulang tahun itu hingga padam. Seketika itu pula, ruangan kamarku kembali gelap, menyadarkanku lagi-lagi tidak ada yang berubah dari hidupku. Semua akan tetap gelap dan sepi.
“Selamat ulang tahun yang terakhir, Ale,” gumamku kecil dengan suara parau. “Semoga besok adalah hari terakhir dari seluruh rangkaian kehidupan buruk yang panjang.”
Kini tekadku sudah bulat.
Aku akan bunuh diri 24 jam dari sekarang.
Dari titik paling gelap inilah, Brian Khrisna mengajak pembaca bagaimana seseorang yang mengalami trauma masa lalu membentuk dirinya menjadi seorang yang rapuh secara mental. Ale (tokoh utama dalam novel ini) bertemu dengan beberapa orang secara tidak sengaja, mengajarkan kepadanya arti hidup dan menjalani kehidupan. Akankah pengalamannya selama 3 minggu ini akan mengurungkan niatnya atau justru memantapkannya untuk tetap mengakhiri hidup?
Ringkasan Isi
Brian Khrisna melalui novel ini berusaha menceritakan bagaimana realita kehidupan di kota besar, Jakarta, yang dijalani oleh tokoh utama, Ale. Bagaimana trauma masa kecil yang dialami oleh Ale karena selalu dianggap gagal oleh orang tuanya, bullying yang dialami selama SMA dan merasa dikucilkan di tempat kerja membuatnya merasakan depresi hebat dan mendorongnya untuk mengakhiri hidup.
Tetapi sebelum dia melakukan bunuh diri, Ale berencana menyantap seporsi mie ayam di warung langganannya. Alih-alih menemukan penjual mie ayam, gerobak penjual mie ayam justru dijual ke orang lain oleh empunya. Perjalanan selama 3 minggu yang syarat dengan makna kemudian dijalani Ale setalah itu.
Ia bertemu dengan berbagai figur dari lapisan sosial yang berbeda. Anak penjual mie ayam, pekerja seksual, pekerja informal, hingga mereka yang hidup di pinggiran kota. Orang-orang yang termarginalkan inilah yang kemudian mengajarkan banyak hal tentang kehidupan kepada Ale.
Perjalanan 3 minggu yang dialami Ale dengan bertemu banyak orang ini akankah mengubah cara pandang Ale tentang hidup? Akankah mengurungkan niat Ale untuk bunuh diri? Atau justru akan membuatnya semakin yakin untuk bunuh diri? Baca langsung bukunya dan Anda akan menemukan banyak kutipan tentang hidup yang mungkin saja berguna untuk diri kita pribadi.
Novel ini merupakan novel yang reflektif dan menghibur. Brian Khrisna berhasil membuat pembaca seperti saya terbius untuk terus membaca karena tempo cerita yang mengalir dan cepat. Gaya bahasa yang digunakan juga mudah, khas Brian Khrisna dan dialog antar tokoh & narasinya cukup berimbang. Banyak kutipan yang bisa dijadikan refleksi pribadi dalam novel ini, sehingga membuat novel ini memang layak dibaca.
Hal Menarik dari Buku
Dalam satu cerita novel buku ini ada satu tulisan yang membuat saya menyadari bahwa salah satu cerita kecil dalam novel ini memiliki benang merah dengan novel Brian Khrisna yang lain, yaitu : “Sisi Tergelap Surga”. Ketika Juleha bercerita kepada Ale tentang anaknya yang mendapatkan tugas mengarang bahasa Indonesia untuk menjelaskan pekerjaan orang tuanya. Anaknya hanya menulis satu paragraf pendek “Ibu bekerja sebagai pelacur dan Ujang sayang Ibu.” Saya tiba-tiba teringat saya pernah membaca kalimat ini dan akhirnya saya menyadari bahwa ini ditulis Brian Khrisna di novel lainnya. Sebuah detail yang menurut saya bagus.
Dengan membaca dua novel ini (Sisi Tergelap Surga dan Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati), Brian Khrisna seperti ingin membuat cerita yang tematik dan membangun “semestanya” sendiri. Brian Khrisna konsisten dengan tema cerita yang membahas realita kehidupan dalam masyarakat yang termarginalkan.
Catatan :
Cerita Ale yang bertemu dengan beberapa orang dalam waktu singkat dan “mengajarkan” kepadanya tentang kehidupan terasa terlalu kebetulan, apalagi dalam waktu hanya 3 minggu. Namun, jika melihat dari akhir tulisan dalam novel ini. Bagaimana novel ini dibuat dari inspirasi wawancara Brian Khrisna dengan para penyintas depresi akut. Bisa jadi dari hasil wawancara tsb banyak ”miracle” yang dialami oleh para penyintas. Walaupun memang “miracle” tidak terjadi setiap waktu.
Siapa yang Cocok Membaca Buku Ini
Buku ini cocok untuk :
Pembaca yang mencari bacaan ringan yang berlatar kehidupan dan permasalahan sehari-hari, terutama tentang keputusaasan.
Cocok untuk dibaca dan selesai dalam 1 atau 2 hari saja karena ceritanya cukup ringan dan mengalir.
Kurang Cocok :
Pembaca yang tidak suka bacaan vulgar, karena ada beberapa bagian dari buku yang disampaikan secara vulgar.
Refleksi Pribadi :
Mungkin memang Tuhan juga yang menggerakkan saya tiba-tiba ingin membaca novel yang ditulis oleh Brian Khrisna ini. Melalui novel ini saya juga akhirnya menemukan beberapa hal yang sangat relevan dengan kondisi saya saat resensi ini dibuat. Kadang merasa gagal, merasa pilihan-pilihan saya selama ini salah dan menyesalinya. Kadang jadi berpikir “What if…..” . Saya sadar, saya hanya harus menerimanya, seperti yang ditulis Brian Khrisna dalam novel ini :
“Aku belajar bahwa kunci untuk bertahan hidup bukanlah selalu berpikir positif, tetapi mempunyai kemampuan untuk menerima. Menerima jika semua hari tidak akan berjalan baik, tidak semua rencana akan berjalan lancar, tidak semua orang akan berlaku baik ketika kamu berlaku baik kepada mereka. Dan itu semua tidak apa-apa.”
Terakhir, novel ini bisa dijadikan refleksi pribadi bagi pembaca, termasuk saya. Bagaimana harus menjalani hidup dan tentang apa yang sebenarnya kita “cari” dalam hidup. Brian Khrisna juga memberikan kritik kepada kita semua karena kita jarang memperhatikan orang-orang yang termarginalkan di sekitar kita.
Rating :
8/10
Kontak
Hubungi kami untuk pertanyaan buku
Alamat
Sosial
admin@logikamasalalu.com
© 2025. All rights reserved.
